Selasa, 01 Juli 2014

Polri buru pengeroyok anggota brimob

Polri masih mencari 10 penganiaya anggota Brimob Kepala Dua Bharada Rizki Dwi Wicaksono (20) di Halte Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada Selasa dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. Akibat penganiayaan tersebut, Bharada Rizki meninggal.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, pihaknya tengah mendalami motif dan latar belakang kasus ini. Polri akan membuat tim khusus untuk mengungkapnya.

"Apakah ada latar belakang, kok tiba-tiba dihadang. Kita turunkan tim,'' kata Suhardi di Mabes Polri usai Peringatan HUT ke-68 Bhayangkara di Lapangan Bayangkara, Selasa (1/7/2014).

Di tempat yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno mengatakan, penyidik akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa barang bukti yang ditemukan saat peristiwa itu terjadi.

''Karena ketika waktu itu disalip, pelaku pecahkan kaca, menarik korban dan dianiaya dengan senjata tajam, sehinga korban tewas di tempat,'' papar dia.

Namun, Dwi masih merahasiakan siapa penganiaya tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mendalami kasus ini dengan memeriksa hasil otopsi jenazah dari luka senjata tajam tersebut. Selain itu saksi lainnya yang akan diperiksa yakni sopir taksi yang melihat kejadian itu.

"Tim kami juga melihat korban dan segera memeriksa saksi-saksi, termasuk sopir taksi yang mengantarkan korban ke rumah sakit," ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, sebelum kejadian nahas itu, Rizki hendak pulang ke daerah asalnya di Pasuruan, Jawa Timur, setelah bertugas sebagai Tim Ekspedisi NKRI. Namun taksi yang ditumpanginya diberhentikan, kaca mobil dipecahkan, dan dianiaya oleh 10 orang yang berambut cepak. "Ada luka senjata tajam seperti parang di beberapa bagian tubuhnya," kata Dwi.

Ada 5 luka tusukan terluka di sekujur tubuhnya. Di antaranya luka di bagian belakang kepala sebesar 10x4 cm di dasar tulang tengkorak kepala hingga mendapat 16 jahitan, jari kelingking kiri juga ada luka robek dan bagian bibir memar.

Rabu, 18 Juni 2014

Jumlah korban tewas kecelakaan bus maut di subang menjadi 9 orang

http://info-newsindonesia.blogspot.com/2014/06/jumlah-korban-tewas-kecelakaan-bus-maut.html

Korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata pengangkut pelajar di Subang, Jawa Barat, bertambah menjadi 9 orang. Ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Subang, Rabu 18 Juni pagi, diwarnai tangisan duka dari keluarga para korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (18/6/2014), Reni, orangtua dari siswa bernama Angga tak menyangka permintaan putranya untuk mengikuti study tour ke Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, justru merenggut nyawanya.

4 Dari 9 jenazah korban tewas pada Rabu pagi telah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah asalnya masing-masing. Korban tewas adalah pelajar, guru, staf tata usaha, sopir dan kernet bus. Selebihnya mengalami luka berat dan ringan akibat terjepit badan bus.

Bus pariwisata yang mengangkut 54 orang rombongan pelajar SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, terbalik setelah menabrak minibus di Jalan Cicenang, Ciater, Subang, Jawa Barat, Selasa 17 Juni.

Bangkai bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cicenang, Subang, Rabu siang, telah dievakuasi pihak kepolisian Polres Subang. Petugas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pasti penyebab kecelakaan.

Sementara di SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, dengan suasana duka mendalam, keluarga dan teman-teman korban menunggu kedatangan korban selamat dan jenazah korban tewas. Tangis haru pun mewarnai kedatangan sejumlah korban selamat di sekolah

Jumat, 13 Juni 2014

Kampung Pulo Terendam Banjir Setinggi 2 meter

Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis malam menyebabkan kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, terendam banjir. Ketinggian air bahkan mencapai 2 meter.

Camat Jatinegara Syofian Taher mengatakan, sedikitnya 7 RW di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung yang melintas di sekitar rumah warga. Air mulai meluap sejak pukul 07.00 WIB.

"Permukiman warga terendam dengan ketinggian air mulai 30 centimeter sampai 2 meter. Kawasan yang terendam berjarak 15 meter dari bantaran kali," kata Syofian, Jumat (13/6/2014).

Jumlah warga yang rumahnya terendam juga tidak sedikit. Setidaknya ada 2.775 kepala keluarga atau sekitar 7.543 warga yang menjadi korban banjir pagi ini.

"Paling parah ada di RW 03. Warga yang menjadi korban sekitar 2.312 orang. Tapi sampai sekarang belum ada yang mengungsi," tandasnya.

Tak hanya menyebabkan banjir, hujan deras yang mengguyur Ibukota dan kawasan sekitarnya sejak sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis 12 Juni 2014, juga membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan, bahkan di antaranya tak bergerak.

Seperti lalu lintas dari Fatmawati ke Cilandak yang macet tidak bergerak saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Demikian pula lalu lintas dari Highscope arah Lebak Bulus yang tidak bergerak berjam-jam lamanya. .

Sabtu, 07 Juni 2014

Harga bahan pokok di pontianak mulai naik

Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan.

Lasmi, penjual sayur mayur di pasar Mawar, melonjaknya harga sayur mayur itu dikarenakan mendekati bulan puasa sehingga permintaan naik dan juga karena kelangkaan barang.

“Cabai rawit harganya Rp 18 ribu per kilogram (kg). Cabai hijau Rp 8 ribu per kg. Tomat Rp 6 ribu per kg. Ayam buras Rp 30 per ekor,” kata Lasmi, saat ditemui di pasar Mawar Kota Pontianak, Sabtu (7/6/2014.

Selain itu juga, kata Lasmi kenaikan harga lainnya juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. ”Untuk bawang merah harganya Rp 40 ribu per kg. Bawang putih Rp 20 ribu per kg. Itu susah dapatnya,” jelasnya.

Sementara di pasar Senggol Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjelang bulan puasa harga bawang merah dan bawang putih mulai naik tinggi. ''Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu per kg. Kalau bawang putih Rp 28 ribu per kg. Lapak yang ada di pasar Senggol ini jual bawang harganya sama,'' ujarnya.

Beberapa hari yang akan datang, menurut dia harga bawang tersebut akan mengalami kenaikan tinggi. Sebab, distribusi dari ibu provinsi ke daerah Timur kalimantan Barat relatif minim saat menjelang puasa.

''Di agen tempat biasa ambilnya sekarang stoknya saja kosong. Paling dua atau tiga agen tempat langanan yang ada. Modalnya tinggi, kalau kami jual harga normal kami tidak ada untungnya,'' keluhnya.

Tidak hanya bawang yang meroket tinggi. Sedangkan harga daging ayam yang sudah bersih berkisar Rp 39 ribu ekor. Sedangkan harga ayam yang masih hidup, timbang bulu, Rp 26.000 ekor.

''Hari biasa kami jual dengan harga yang normal. Menjelang puasa ini kami jual agak tinggi. Setelah lebaran nanti harganya normal kembali. Jelang puasa ini kan, makanan ayam susah juga ditemukan di agen, stok terbatas,'' ujar Kamal, penjual ayam di pasar Senggol tersebut.

Sejumlah penjual ayam potong, kata dia harga perkilo gramnya berbeda-beda. ''Di setiap lapak harga daging yang bersih harganya beda-beda. Ada yang Rp 40 ribu per ekor. Ada juga yang sampai Rp 41 ribu per ekor," tutupnya. (Raden AMP/Gdn)

Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan.

Lasmi, penjual sayur mayur di pasar Mawar, melonjaknya harga sayur mayur itu dikarenakan mendekati bulan puasa sehingga permintaan naik dan juga karena kelangkaan barang.

  “Cabai rawit harganya Rp 18 ribu per kilogram (kg). Cabai hijau Rp 8 ribu per kg. Tomat Rp 6 ribu per kg. Ayam buras Rp 30 per ekor,” kata Lasmi, saat ditemui di pasar Mawar Kota Pontianak, Sabtu (7/6/2014.

 Selain itu juga, kata Lasmi kenaikan harga lainnya juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. ”Untuk bawang merah harganya Rp 40 ribu per kg. Bawang putih Rp 20 ribu per kg. Itu susah dapatnya,” jelasnya.

 Sementara di pasar Senggol Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjelang bulan puasa harga bawang merah dan bawang putih mulai naik tinggi. ''Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu per kg. Kalau bawang putih Rp 28 ribu per kg. Lapak yang ada di pasar Senggol ini jual bawang harganya sama,'' ujarnya.

 Beberapa hari yang akan datang, menurut dia harga bawang tersebut akan mengalami kenaikan tinggi. Sebab, distribusi dari ibu provinsi ke daerah Timur kalimantan Barat relatif minim saat menjelang puasa.

 ''Di agen tempat biasa ambilnya sekarang stoknya saja kosong. Paling dua atau tiga agen tempat langanan yang ada. Modalnya tinggi, kalau kami jual harga normal kami tidak ada untungnya,'' keluhnya.

 Tidak hanya bawang yang meroket tinggi. Sedangkan harga daging ayam yang sudah bersih berkisar Rp 39 ribu ekor. Sedangkan harga ayam yang masih hidup, timbang bulu, Rp 26.000 ekor.

''Hari biasa kami jual dengan harga yang normal. Menjelang puasa ini kami jual agak tinggi. Setelah lebaran nanti harganya normal kembali. Jelang puasa ini kan, makanan ayam susah juga ditemukan di agen, stok terbatas,'' ujar Kamal, penjual ayam di pasar Senggol tersebut.

 Sejumlah penjual ayam potong, kata dia harga perkilo gramnya berbeda-beda. ''Di setiap lapak harga daging yang bersih harganya beda-beda. Ada yang Rp 40 ribu per ekor. Ada juga yang sampai Rp 41 ribu per ekor,'' tutupnya.

Selasa, 03 Juni 2014

KPK Periksa Dua Saksi Untuk Kasus Pajak BCA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) pada 1999 silam. Pada kasus itu, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebanyak 2 saksi dipanggil untuk dimintai keterangannya dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Kabid Keberatan dan Banding Kanwil LTO Yoyok Satiotomo dan pensiunan PNS Direktorat Jenderal Pajak Muhammad Said.

"Mereka jadi saksi untuk tersangka HP," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

KPK menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA). Penetapan tersangka Hadi itu dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak 2002-2004.

Selaku Dirjen Pajak, Hadi diduga menyalahgunakan wewenang. Ia diduga memerintahkan Direktur Pajak Penghasilan (PPh) untuk mengubah hasil telaah dan kesimpulan Direktorat PPh terhadap permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan BCA, yaitu dari awalnya ditolak menjadi diterima.

Hadi disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Jumat, 30 Mei 2014

Direktur Jenderal Penyelengaran Haji Dan Umroh Anggito Abimanyu Mengundurkan Diri

Kementerian Agama langsung melakukan rapat untuk menanggapi mundurnya Anggito Abimanyu selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh di kementerian tersebut.

"Ini lagi rapim (Rapat pimpinan). Mungkin sampai malam," ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Menteri Agama ad interim, Agung Laksono sebelumnya menyatakan bahwa hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menerima pengunduran diri Anggito.

"Tadi baru mendapat laporan dari Setjen Kemenag, bahwa pukul 11.00 WIB tadi menerima surat dari Bapak Anggito yang menyatakan beliau mundur sebagai Dirjen Haji dan Umroh hari ini dengan alasan-alasan yang ada di surat itu," kata Agung Laksono di Istana Cipanas.

Agung menyatakan Anggito mengundurkan diri karena merasa akan menghadapi masalah hukum pasca-ditetapkannya Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka oleh KPK.

"Meskipun hal itu belum jelas ada pasal hukum seperti apa, tapi beliau katakan ke saya, karena ada masalah hukum sehingga perlu fokus pada hal tersebut," ucap Agung.

Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad maupun Juru Bicara lembaganya, Johan Budi hingga kini belum dapat dimintai konfirmasinya mengenai status hukum Anggito yang pernah dimintai keterangannya terkait kasus yang telah menjerat Suryadharma Ali. Saat dihubungi Liputan6.com, ponsel keduanya tidak aktif.

KPK menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan melawan hukum serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain. 


Rabu, 28 Mei 2014

Jokowi Jadi Capres , Warga Jakarta Kecewa

Pendapat bernada kecewa dilontarkan sejumlah warga Jakarta terkait keputusan PDI Perjuangan yang secara resmi mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Mereka kecewa karena mengetahui watak asli Jokowi yang sebenarnya.

"Ternyata dia serakah jabatan. Kalau mau maju jadi capres kan bisa pemilu mendatang," kata Mardiana Tanjung (30 tahun), warga Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur kepada Republika, Jumat (14/3) petang.

Wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit itu berpendapat, ia menyesal telah memilih Jokowi pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 lalu. Karena, dengan memilih Jokowi ia berharap banyak bisa membereskan masalah yang ada di ibu kota.

"Jakarta belum beres. Beresin dulu Jakarta baru nyapres," katanya dengan nada ketus.

Sugeng Triono, warga yang juga pernah memilih Jokowi sebagai gubernur pada 2012 lalu, juga menyatakan kekecewaannya. "Baru sedikit perubahan yang kita rasakan semenjak dipimpin Jokowi, tapi beliau malah tergiur dengan jabatan yang lebih besar. Masih banyak PR yang belum diselesaikan Jokowi," kata Sugeng yang merupakan warga Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat itu.

Menurut Sugeng, sebagai gubernur, kapasitas Jokowi tak pernah ia ragukan. Tapi, keyakinannya itu berubah saat ia bersedia diusung menjadi calon presiden. "Khususnya dalam pergaulan internasional. Saya tak yakin Jokowi bisa memberikan perubahan bagi Indonesia," katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akhirnya resmi dicalonkan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014 oleh DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan twitter resmi dari @pdi_perjuangan ter-posting gambar Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi oleh Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani dan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Terdapat timeline di @pdi_perjuangan yang menerangkan bahwa Megawati sedang membacakan pemberian mandat dari DPP kepada mantan wali kota Solo tersebut.
obattumorprostatalamii.wordpress.com | obatmiomalamii.wordpress.com | obatbronkitisalamii.wordpress.com