Sabtu, 07 Juni 2014

Harga bahan pokok di pontianak mulai naik

Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan.

Lasmi, penjual sayur mayur di pasar Mawar, melonjaknya harga sayur mayur itu dikarenakan mendekati bulan puasa sehingga permintaan naik dan juga karena kelangkaan barang.

“Cabai rawit harganya Rp 18 ribu per kilogram (kg). Cabai hijau Rp 8 ribu per kg. Tomat Rp 6 ribu per kg. Ayam buras Rp 30 per ekor,” kata Lasmi, saat ditemui di pasar Mawar Kota Pontianak, Sabtu (7/6/2014.

Selain itu juga, kata Lasmi kenaikan harga lainnya juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. ”Untuk bawang merah harganya Rp 40 ribu per kg. Bawang putih Rp 20 ribu per kg. Itu susah dapatnya,” jelasnya.

Sementara di pasar Senggol Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjelang bulan puasa harga bawang merah dan bawang putih mulai naik tinggi. ''Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu per kg. Kalau bawang putih Rp 28 ribu per kg. Lapak yang ada di pasar Senggol ini jual bawang harganya sama,'' ujarnya.

Beberapa hari yang akan datang, menurut dia harga bawang tersebut akan mengalami kenaikan tinggi. Sebab, distribusi dari ibu provinsi ke daerah Timur kalimantan Barat relatif minim saat menjelang puasa.

''Di agen tempat biasa ambilnya sekarang stoknya saja kosong. Paling dua atau tiga agen tempat langanan yang ada. Modalnya tinggi, kalau kami jual harga normal kami tidak ada untungnya,'' keluhnya.

Tidak hanya bawang yang meroket tinggi. Sedangkan harga daging ayam yang sudah bersih berkisar Rp 39 ribu ekor. Sedangkan harga ayam yang masih hidup, timbang bulu, Rp 26.000 ekor.

''Hari biasa kami jual dengan harga yang normal. Menjelang puasa ini kami jual agak tinggi. Setelah lebaran nanti harganya normal kembali. Jelang puasa ini kan, makanan ayam susah juga ditemukan di agen, stok terbatas,'' ujar Kamal, penjual ayam di pasar Senggol tersebut.

Sejumlah penjual ayam potong, kata dia harga perkilo gramnya berbeda-beda. ''Di setiap lapak harga daging yang bersih harganya beda-beda. Ada yang Rp 40 ribu per ekor. Ada juga yang sampai Rp 41 ribu per ekor," tutupnya. (Raden AMP/Gdn)

Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan.

Lasmi, penjual sayur mayur di pasar Mawar, melonjaknya harga sayur mayur itu dikarenakan mendekati bulan puasa sehingga permintaan naik dan juga karena kelangkaan barang.

  “Cabai rawit harganya Rp 18 ribu per kilogram (kg). Cabai hijau Rp 8 ribu per kg. Tomat Rp 6 ribu per kg. Ayam buras Rp 30 per ekor,” kata Lasmi, saat ditemui di pasar Mawar Kota Pontianak, Sabtu (7/6/2014.

 Selain itu juga, kata Lasmi kenaikan harga lainnya juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. ”Untuk bawang merah harganya Rp 40 ribu per kg. Bawang putih Rp 20 ribu per kg. Itu susah dapatnya,” jelasnya.

 Sementara di pasar Senggol Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjelang bulan puasa harga bawang merah dan bawang putih mulai naik tinggi. ''Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu per kg. Kalau bawang putih Rp 28 ribu per kg. Lapak yang ada di pasar Senggol ini jual bawang harganya sama,'' ujarnya.

 Beberapa hari yang akan datang, menurut dia harga bawang tersebut akan mengalami kenaikan tinggi. Sebab, distribusi dari ibu provinsi ke daerah Timur kalimantan Barat relatif minim saat menjelang puasa.

 ''Di agen tempat biasa ambilnya sekarang stoknya saja kosong. Paling dua atau tiga agen tempat langanan yang ada. Modalnya tinggi, kalau kami jual harga normal kami tidak ada untungnya,'' keluhnya.

 Tidak hanya bawang yang meroket tinggi. Sedangkan harga daging ayam yang sudah bersih berkisar Rp 39 ribu ekor. Sedangkan harga ayam yang masih hidup, timbang bulu, Rp 26.000 ekor.

''Hari biasa kami jual dengan harga yang normal. Menjelang puasa ini kami jual agak tinggi. Setelah lebaran nanti harganya normal kembali. Jelang puasa ini kan, makanan ayam susah juga ditemukan di agen, stok terbatas,'' ujar Kamal, penjual ayam di pasar Senggol tersebut.

 Sejumlah penjual ayam potong, kata dia harga perkilo gramnya berbeda-beda. ''Di setiap lapak harga daging yang bersih harganya beda-beda. Ada yang Rp 40 ribu per ekor. Ada juga yang sampai Rp 41 ribu per ekor,'' tutupnya.

Selasa, 03 Juni 2014

KPK Periksa Dua Saksi Untuk Kasus Pajak BCA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) pada 1999 silam. Pada kasus itu, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebanyak 2 saksi dipanggil untuk dimintai keterangannya dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Kabid Keberatan dan Banding Kanwil LTO Yoyok Satiotomo dan pensiunan PNS Direktorat Jenderal Pajak Muhammad Said.

"Mereka jadi saksi untuk tersangka HP," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

KPK menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA). Penetapan tersangka Hadi itu dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak 2002-2004.

Selaku Dirjen Pajak, Hadi diduga menyalahgunakan wewenang. Ia diduga memerintahkan Direktur Pajak Penghasilan (PPh) untuk mengubah hasil telaah dan kesimpulan Direktorat PPh terhadap permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan BCA, yaitu dari awalnya ditolak menjadi diterima.

Hadi disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Jumat, 30 Mei 2014

Direktur Jenderal Penyelengaran Haji Dan Umroh Anggito Abimanyu Mengundurkan Diri

Kementerian Agama langsung melakukan rapat untuk menanggapi mundurnya Anggito Abimanyu selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh di kementerian tersebut.

"Ini lagi rapim (Rapat pimpinan). Mungkin sampai malam," ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Menteri Agama ad interim, Agung Laksono sebelumnya menyatakan bahwa hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menerima pengunduran diri Anggito.

"Tadi baru mendapat laporan dari Setjen Kemenag, bahwa pukul 11.00 WIB tadi menerima surat dari Bapak Anggito yang menyatakan beliau mundur sebagai Dirjen Haji dan Umroh hari ini dengan alasan-alasan yang ada di surat itu," kata Agung Laksono di Istana Cipanas.

Agung menyatakan Anggito mengundurkan diri karena merasa akan menghadapi masalah hukum pasca-ditetapkannya Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka oleh KPK.

"Meskipun hal itu belum jelas ada pasal hukum seperti apa, tapi beliau katakan ke saya, karena ada masalah hukum sehingga perlu fokus pada hal tersebut," ucap Agung.

Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad maupun Juru Bicara lembaganya, Johan Budi hingga kini belum dapat dimintai konfirmasinya mengenai status hukum Anggito yang pernah dimintai keterangannya terkait kasus yang telah menjerat Suryadharma Ali. Saat dihubungi Liputan6.com, ponsel keduanya tidak aktif.

KPK menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan melawan hukum serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain. 


Rabu, 28 Mei 2014

Jokowi Jadi Capres , Warga Jakarta Kecewa

Pendapat bernada kecewa dilontarkan sejumlah warga Jakarta terkait keputusan PDI Perjuangan yang secara resmi mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Mereka kecewa karena mengetahui watak asli Jokowi yang sebenarnya.

"Ternyata dia serakah jabatan. Kalau mau maju jadi capres kan bisa pemilu mendatang," kata Mardiana Tanjung (30 tahun), warga Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur kepada Republika, Jumat (14/3) petang.

Wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit itu berpendapat, ia menyesal telah memilih Jokowi pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 lalu. Karena, dengan memilih Jokowi ia berharap banyak bisa membereskan masalah yang ada di ibu kota.

"Jakarta belum beres. Beresin dulu Jakarta baru nyapres," katanya dengan nada ketus.

Sugeng Triono, warga yang juga pernah memilih Jokowi sebagai gubernur pada 2012 lalu, juga menyatakan kekecewaannya. "Baru sedikit perubahan yang kita rasakan semenjak dipimpin Jokowi, tapi beliau malah tergiur dengan jabatan yang lebih besar. Masih banyak PR yang belum diselesaikan Jokowi," kata Sugeng yang merupakan warga Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat itu.

Menurut Sugeng, sebagai gubernur, kapasitas Jokowi tak pernah ia ragukan. Tapi, keyakinannya itu berubah saat ia bersedia diusung menjadi calon presiden. "Khususnya dalam pergaulan internasional. Saya tak yakin Jokowi bisa memberikan perubahan bagi Indonesia," katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akhirnya resmi dicalonkan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014 oleh DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan twitter resmi dari @pdi_perjuangan ter-posting gambar Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi oleh Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani dan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Terdapat timeline di @pdi_perjuangan yang menerangkan bahwa Megawati sedang membacakan pemberian mandat dari DPP kepada mantan wali kota Solo tersebut.

Sabtu, 24 Mei 2014

Suryadharma Ali Korupsi

Dalam keterangan pers di kantor KPK hari Kamis (22/5) malam, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan dari hasil gelar perkara yang telah dilakukan KPK disimpulkan bahwa dalam proses penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 diduga telah terjadi tindak pidana korupsi.

Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2012-2013 terkait dana pemondokan, katering, dan transportasi.

Oleh karena itu lanjut Johan pimpinan anti rasuah itu menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka. Suryadharma Ali kata Johan diduga melakukan penyalahgunaan wewenang yang bisa merugikan keuangan negara.

Menurut Johan, penyelenggaraan haji pada tahun anggaran 2012-2013 yang dipakai mencapai di atas Rp1 trilliun. Meski demikian Johan menyatakan dugaan kerugian negara masih sedang dihitung.

Dia menambahkan hingga saat ini Suryadharma Ali merupakan satu-satunya tersangka, Johan menyatakan pihaknya akan mengembangkan penyidikan perkara kasus ini sehingga tidak menutup akan adanya tersangka baru.

Johan memastikan tidak ada unsur politis dalam penetapan Suryadharma Ali sebagai tersangka.

"Kemudian pertanyaan apakah ada unsur politis? Saya kira tidak ada unsur apapun selain unsur penegakan hukum. Jadi KPK sebagai penegak hukum harus menyampaikan apa-apa yang sudah dilakukan dalam konteks penanganan perkara jadi di luar unsure-unsur penegakan hukum, bahwa kemudian orang luar mempersepsikan atau menarik-narik ini ke wilayah politik ya itu urusan orang di luar KPK," ungkap Johan.

Dalam kasus ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan dana penyelenggaraan Haji yang dikumpulkan dari Ongkos Naik Haji jamaah setiap tahunnya mencapai Rp80 triliun. Dari dana sebesar itu, PPATK mencatat bunga sebesar Rp2,3 triliun.

PPATK menemukan dugaan penyelewengan dana yang dilakukan pejabat kuasa pengguna anggaran haji Kementerian Agama 2004-2012. Penyimpangan uang milik calon jemaah haji itu terlacak melalui aliran dana ke rekening sejumlah pejabat di Kementerian Agama.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengungkapkan pengelolaan ibadah haji memang sangat carut marut. Penetapan Menteri Agama sebagai tersangka merupakan langkah strategis yang dilakukan KPK karena penetapan tersangka langsung tertuju kepada menteri.

Korupsi pengelolaan haji tambahnya harus diusut tuntas. ICW tambahnya sejak tahun 2009 telah melaporkan dugaan penyimpangan korupsi haji ke KPK. Dia menjelaskan ada banyak celah terjadinya korupsi dalam penyelenggaraan haji di Kementerian Agama.

Salah satunya kata Ade adalah soal penempatan dan bunga setoran awal dana haji.

Ade Irawan mengatakan, "Kalau dalam temuan ICW salah satunya beberapa bunga di bank yang ditempati dana haji ini banyak di bawah nilai pasar saya kira ini aneh. Padahal Kementerian Agama dapat mendapatkan bunga yang lebih besar. Nah saya kira latar belakangnya rendah ini yang mesti diungkap."

Sebelumnya Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan pihaknya telah melakukan penataan pengelolaan keuangan dana haji selama menjabat sebagai menteri. Dia mengaku tidak tahu adanya penyimpangan.

"Saya selaku Menteri Agama belum tahu apa yang dimaksud penyimpangan itu. Yang kami lakukan untuk saat ini adalah melakukan pembenahan pengelolaan keuangan haji," demikian menurut Suryadharma Ali.

Rabu, 12 Maret 2014

Pesawat Malaysia MH370 Hilang


 Masuk hari keempat Selasa, 11 Maret 2014, pencarian pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 masih nihil hasil. Berbagai spekulasi, mulai dari pesawat putar balik hingga serangan teror belum bisa dibuktikan, selama bangkai pesawat belum ditemukan.

Puluhan pesawat dan 40 kapal perang dari 10 negara telah menyisir lokasi jatuhnya Boeing 777-200 itu di perairan sekitar Malaysia dan Vietnam. Area pencarian juga telah diperluas, angkatan bersenjata banyak negara bagi-bagi tugas, namun belum juga terlihat barang satu bukti pun.

"Sekarang area pencariannya ratusan mil luasnya," kata Brigadir Jenderal William Marks dari Armada Angkatan Laut Amerika Serikat ke-7 kepada CNN.

Sempat ada secercah harapan saat tim patroli Vietnam menemukan ceceran minyak dekat pulau Tho Chu, wilayah hilangnya pesawat itu dari radar. Namun dalam penelitian minyak kemarin, diketahui bahwa itu bukanlah bakar pesawat, melainkan sisa kegiatan eksplorasi lepas pantai.

Bukti-bukti lainnya juga ternyata tidak terkait dengan pesawat tersebut. Sebut saja, benda seperti sekoci, pintu hingga ekor pesawat. Setelah ditelusuri, benda seperti sekoci kuning hanya gulungan kabel, sedangkan yang diduga ekor pesawat adalah batangan kayu. Objek diduga pintu pesawat tidak bisa ditemukan lagi.

Brigjen Marks mengatakan kesalahan ini lazim dalam pencarian dari udara. "Dari udara, kami melihat benda sangat kecil, sekecil tanganmu atau bola basket. Bukan masalah kami bisa melihatnya atau tidak, tapi wilayah pencariannya sangat luas," kata dia, kali ini dikutip Washington Post.

Spekulasi soal tindak terorisme juga belum disingkirkan oleh aparat di Malaysia. Terlebih pada fakta adanya dua orang yang menggunakan paspor curian. Penyelidikan masih terus dilakukan seputar identitas asli kedua orang ini dan siapa yang membelikan mereka tiket.

FBI dan intelijen Eropa yang turun membantu Malaysia menyusuri database sidik jari. Salah satu pengguna paspor curian itu diketahui bukanlah orang Malaysia, namun asalnya masih belum diumumkan.

Seorang intelijen AS menyangsikan bahwa kedua orang ini adalah teroris yang menjatuhkan pesawat. Melihat polanya, penggunaan paspor curian ini biasa digunakan oleh jaringan penyelundup manusia, tidak ada hubungannya dengan hilangnya pesawat.

Bukti-bukti soal spekulasi ini belum cukup kuat. Bisa jadi ada masalah teknis atau masalah pada pilot. "Tidak ada bukti yang menunjukkan aksi teror. Tidak ada penjelasan apa yang terjadi atau dimana pesawat itu," kata seorang pakar keamanan Eropa.

Titik utama permasalahan ini sebenarnya ada pada sinyal pesawat. Dalam bukti elektronik, terlihat pesawat kemungkinan putar balik kembali ke Kuala Lumpur sebelum hilang. Tidak ada sinyal atau citra yang ditangkap radar, padahal pesawat itu dilengkapi dengan komputer yang bisa mengirimkan pesan otomatis tanda bahaya, dikenal dengan ACARS.

"Tidak ada sinyal dari ACARS saat pesawat itu hilang," ujar sumber penyidik kepada Reuters.

Sementara itu, keluarga para penumpang diminta untuk bersiap pada kemungkinan yang terburuk. Namun mereka masih merasa memiliki harapan, walaupun hanya setitik. "Kami masih berharap. Karena belum ada jawaban atas semua ini," kata Tom Wood, kakak dari salah satu penumpang, Philip Wood.

Rabu, 05 Maret 2014

Ledakan di Pelabuhan Tanjung Priok


Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI mengatakan, ledakan di gudang amunisi Komando Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, bukan sabotase dari pihak luar. Itu murni kecelakaan.

"Bapak Laksamana (KSAL Laksamana TNI Marsetio) dan Menkpolhukam Djoko Suyanto tak ada sabotase, ini kecelakaan murni," ujar Iskandar di lokasi, Rabu (5/4/2014).

Meski demikian, Iskandar menyatakan, penyebab ledakan hingga kini belum diketahui. Tim TNI Angkatan Laut masih melakukan penyelidikan. Wakil KSAL Laksdya TNI Hari Bowo pun sudah meninjau langsung lokasi ledakan.

"Dugaan sementara belum tahu, tapi terus didalami. Yang pasti tempat simpanan amunisi ringan," tegas Iskandar.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Suara ledakan terdengar hingga radius 3 kilometer. Sementara, getaran keras terasa hingga radius 1 kilometer. Hingga saat ini, setidaknya 44 orang terluka akibat ledakan ini.
obattumorprostatalamii.wordpress.com | obatmiomalamii.wordpress.com | obatbronkitisalamii.wordpress.com