Selasa, 01 Juli 2014

Polri buru pengeroyok anggota brimob

Polri masih mencari 10 penganiaya anggota Brimob Kepala Dua Bharada Rizki Dwi Wicaksono (20) di Halte Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada Selasa dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. Akibat penganiayaan tersebut, Bharada Rizki meninggal.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, pihaknya tengah mendalami motif dan latar belakang kasus ini. Polri akan membuat tim khusus untuk mengungkapnya.

"Apakah ada latar belakang, kok tiba-tiba dihadang. Kita turunkan tim,'' kata Suhardi di Mabes Polri usai Peringatan HUT ke-68 Bhayangkara di Lapangan Bayangkara, Selasa (1/7/2014).

Di tempat yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno mengatakan, penyidik akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa barang bukti yang ditemukan saat peristiwa itu terjadi.

''Karena ketika waktu itu disalip, pelaku pecahkan kaca, menarik korban dan dianiaya dengan senjata tajam, sehinga korban tewas di tempat,'' papar dia.

Namun, Dwi masih merahasiakan siapa penganiaya tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mendalami kasus ini dengan memeriksa hasil otopsi jenazah dari luka senjata tajam tersebut. Selain itu saksi lainnya yang akan diperiksa yakni sopir taksi yang melihat kejadian itu.

"Tim kami juga melihat korban dan segera memeriksa saksi-saksi, termasuk sopir taksi yang mengantarkan korban ke rumah sakit," ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, sebelum kejadian nahas itu, Rizki hendak pulang ke daerah asalnya di Pasuruan, Jawa Timur, setelah bertugas sebagai Tim Ekspedisi NKRI. Namun taksi yang ditumpanginya diberhentikan, kaca mobil dipecahkan, dan dianiaya oleh 10 orang yang berambut cepak. "Ada luka senjata tajam seperti parang di beberapa bagian tubuhnya," kata Dwi.

Ada 5 luka tusukan terluka di sekujur tubuhnya. Di antaranya luka di bagian belakang kepala sebesar 10x4 cm di dasar tulang tengkorak kepala hingga mendapat 16 jahitan, jari kelingking kiri juga ada luka robek dan bagian bibir memar.

Rabu, 18 Juni 2014

Jumlah korban tewas kecelakaan bus maut di subang menjadi 9 orang

http://info-newsindonesia.blogspot.com/2014/06/jumlah-korban-tewas-kecelakaan-bus-maut.html

Korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata pengangkut pelajar di Subang, Jawa Barat, bertambah menjadi 9 orang. Ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Subang, Rabu 18 Juni pagi, diwarnai tangisan duka dari keluarga para korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (18/6/2014), Reni, orangtua dari siswa bernama Angga tak menyangka permintaan putranya untuk mengikuti study tour ke Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, justru merenggut nyawanya.

4 Dari 9 jenazah korban tewas pada Rabu pagi telah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah asalnya masing-masing. Korban tewas adalah pelajar, guru, staf tata usaha, sopir dan kernet bus. Selebihnya mengalami luka berat dan ringan akibat terjepit badan bus.

Bus pariwisata yang mengangkut 54 orang rombongan pelajar SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, terbalik setelah menabrak minibus di Jalan Cicenang, Ciater, Subang, Jawa Barat, Selasa 17 Juni.

Bangkai bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cicenang, Subang, Rabu siang, telah dievakuasi pihak kepolisian Polres Subang. Petugas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pasti penyebab kecelakaan.

Sementara di SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, dengan suasana duka mendalam, keluarga dan teman-teman korban menunggu kedatangan korban selamat dan jenazah korban tewas. Tangis haru pun mewarnai kedatangan sejumlah korban selamat di sekolah

Jumat, 13 Juni 2014

Kampung Pulo Terendam Banjir Setinggi 2 meter

Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis malam menyebabkan kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, terendam banjir. Ketinggian air bahkan mencapai 2 meter.

Camat Jatinegara Syofian Taher mengatakan, sedikitnya 7 RW di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung yang melintas di sekitar rumah warga. Air mulai meluap sejak pukul 07.00 WIB.

"Permukiman warga terendam dengan ketinggian air mulai 30 centimeter sampai 2 meter. Kawasan yang terendam berjarak 15 meter dari bantaran kali," kata Syofian, Jumat (13/6/2014).

Jumlah warga yang rumahnya terendam juga tidak sedikit. Setidaknya ada 2.775 kepala keluarga atau sekitar 7.543 warga yang menjadi korban banjir pagi ini.

"Paling parah ada di RW 03. Warga yang menjadi korban sekitar 2.312 orang. Tapi sampai sekarang belum ada yang mengungsi," tandasnya.

Tak hanya menyebabkan banjir, hujan deras yang mengguyur Ibukota dan kawasan sekitarnya sejak sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis 12 Juni 2014, juga membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan, bahkan di antaranya tak bergerak.

Seperti lalu lintas dari Fatmawati ke Cilandak yang macet tidak bergerak saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Demikian pula lalu lintas dari Highscope arah Lebak Bulus yang tidak bergerak berjam-jam lamanya. .

Sabtu, 07 Juni 2014

Harga bahan pokok di pontianak mulai naik

Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan.

Lasmi, penjual sayur mayur di pasar Mawar, melonjaknya harga sayur mayur itu dikarenakan mendekati bulan puasa sehingga permintaan naik dan juga karena kelangkaan barang.

“Cabai rawit harganya Rp 18 ribu per kilogram (kg). Cabai hijau Rp 8 ribu per kg. Tomat Rp 6 ribu per kg. Ayam buras Rp 30 per ekor,” kata Lasmi, saat ditemui di pasar Mawar Kota Pontianak, Sabtu (7/6/2014.

Selain itu juga, kata Lasmi kenaikan harga lainnya juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. ”Untuk bawang merah harganya Rp 40 ribu per kg. Bawang putih Rp 20 ribu per kg. Itu susah dapatnya,” jelasnya.

Sementara di pasar Senggol Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjelang bulan puasa harga bawang merah dan bawang putih mulai naik tinggi. ''Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu per kg. Kalau bawang putih Rp 28 ribu per kg. Lapak yang ada di pasar Senggol ini jual bawang harganya sama,'' ujarnya.

Beberapa hari yang akan datang, menurut dia harga bawang tersebut akan mengalami kenaikan tinggi. Sebab, distribusi dari ibu provinsi ke daerah Timur kalimantan Barat relatif minim saat menjelang puasa.

''Di agen tempat biasa ambilnya sekarang stoknya saja kosong. Paling dua atau tiga agen tempat langanan yang ada. Modalnya tinggi, kalau kami jual harga normal kami tidak ada untungnya,'' keluhnya.

Tidak hanya bawang yang meroket tinggi. Sedangkan harga daging ayam yang sudah bersih berkisar Rp 39 ribu ekor. Sedangkan harga ayam yang masih hidup, timbang bulu, Rp 26.000 ekor.

''Hari biasa kami jual dengan harga yang normal. Menjelang puasa ini kami jual agak tinggi. Setelah lebaran nanti harganya normal kembali. Jelang puasa ini kan, makanan ayam susah juga ditemukan di agen, stok terbatas,'' ujar Kamal, penjual ayam di pasar Senggol tersebut.

Sejumlah penjual ayam potong, kata dia harga perkilo gramnya berbeda-beda. ''Di setiap lapak harga daging yang bersih harganya beda-beda. Ada yang Rp 40 ribu per ekor. Ada juga yang sampai Rp 41 ribu per ekor," tutupnya. (Raden AMP/Gdn)

Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, mengalami kenaikan.

Lasmi, penjual sayur mayur di pasar Mawar, melonjaknya harga sayur mayur itu dikarenakan mendekati bulan puasa sehingga permintaan naik dan juga karena kelangkaan barang.

  “Cabai rawit harganya Rp 18 ribu per kilogram (kg). Cabai hijau Rp 8 ribu per kg. Tomat Rp 6 ribu per kg. Ayam buras Rp 30 per ekor,” kata Lasmi, saat ditemui di pasar Mawar Kota Pontianak, Sabtu (7/6/2014.

 Selain itu juga, kata Lasmi kenaikan harga lainnya juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. ”Untuk bawang merah harganya Rp 40 ribu per kg. Bawang putih Rp 20 ribu per kg. Itu susah dapatnya,” jelasnya.

 Sementara di pasar Senggol Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjelang bulan puasa harga bawang merah dan bawang putih mulai naik tinggi. ''Bawang merah sekarang harganya Rp 45 ribu per kg. Kalau bawang putih Rp 28 ribu per kg. Lapak yang ada di pasar Senggol ini jual bawang harganya sama,'' ujarnya.

 Beberapa hari yang akan datang, menurut dia harga bawang tersebut akan mengalami kenaikan tinggi. Sebab, distribusi dari ibu provinsi ke daerah Timur kalimantan Barat relatif minim saat menjelang puasa.

 ''Di agen tempat biasa ambilnya sekarang stoknya saja kosong. Paling dua atau tiga agen tempat langanan yang ada. Modalnya tinggi, kalau kami jual harga normal kami tidak ada untungnya,'' keluhnya.

 Tidak hanya bawang yang meroket tinggi. Sedangkan harga daging ayam yang sudah bersih berkisar Rp 39 ribu ekor. Sedangkan harga ayam yang masih hidup, timbang bulu, Rp 26.000 ekor.

''Hari biasa kami jual dengan harga yang normal. Menjelang puasa ini kami jual agak tinggi. Setelah lebaran nanti harganya normal kembali. Jelang puasa ini kan, makanan ayam susah juga ditemukan di agen, stok terbatas,'' ujar Kamal, penjual ayam di pasar Senggol tersebut.

 Sejumlah penjual ayam potong, kata dia harga perkilo gramnya berbeda-beda. ''Di setiap lapak harga daging yang bersih harganya beda-beda. Ada yang Rp 40 ribu per ekor. Ada juga yang sampai Rp 41 ribu per ekor,'' tutupnya.

Selasa, 03 Juni 2014

KPK Periksa Dua Saksi Untuk Kasus Pajak BCA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) pada 1999 silam. Pada kasus itu, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebanyak 2 saksi dipanggil untuk dimintai keterangannya dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Kabid Keberatan dan Banding Kanwil LTO Yoyok Satiotomo dan pensiunan PNS Direktorat Jenderal Pajak Muhammad Said.

"Mereka jadi saksi untuk tersangka HP," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

KPK menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA). Penetapan tersangka Hadi itu dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak 2002-2004.

Selaku Dirjen Pajak, Hadi diduga menyalahgunakan wewenang. Ia diduga memerintahkan Direktur Pajak Penghasilan (PPh) untuk mengubah hasil telaah dan kesimpulan Direktorat PPh terhadap permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan BCA, yaitu dari awalnya ditolak menjadi diterima.

Hadi disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Jumat, 30 Mei 2014

Direktur Jenderal Penyelengaran Haji Dan Umroh Anggito Abimanyu Mengundurkan Diri

Kementerian Agama langsung melakukan rapat untuk menanggapi mundurnya Anggito Abimanyu selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh di kementerian tersebut.

"Ini lagi rapim (Rapat pimpinan). Mungkin sampai malam," ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Menteri Agama ad interim, Agung Laksono sebelumnya menyatakan bahwa hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menerima pengunduran diri Anggito.

"Tadi baru mendapat laporan dari Setjen Kemenag, bahwa pukul 11.00 WIB tadi menerima surat dari Bapak Anggito yang menyatakan beliau mundur sebagai Dirjen Haji dan Umroh hari ini dengan alasan-alasan yang ada di surat itu," kata Agung Laksono di Istana Cipanas.

Agung menyatakan Anggito mengundurkan diri karena merasa akan menghadapi masalah hukum pasca-ditetapkannya Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka oleh KPK.

"Meskipun hal itu belum jelas ada pasal hukum seperti apa, tapi beliau katakan ke saya, karena ada masalah hukum sehingga perlu fokus pada hal tersebut," ucap Agung.

Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad maupun Juru Bicara lembaganya, Johan Budi hingga kini belum dapat dimintai konfirmasinya mengenai status hukum Anggito yang pernah dimintai keterangannya terkait kasus yang telah menjerat Suryadharma Ali. Saat dihubungi Liputan6.com, ponsel keduanya tidak aktif.

KPK menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan melawan hukum serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain. 


Rabu, 28 Mei 2014

Jokowi Jadi Capres , Warga Jakarta Kecewa

Pendapat bernada kecewa dilontarkan sejumlah warga Jakarta terkait keputusan PDI Perjuangan yang secara resmi mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Mereka kecewa karena mengetahui watak asli Jokowi yang sebenarnya.

"Ternyata dia serakah jabatan. Kalau mau maju jadi capres kan bisa pemilu mendatang," kata Mardiana Tanjung (30 tahun), warga Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur kepada Republika, Jumat (14/3) petang.

Wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit itu berpendapat, ia menyesal telah memilih Jokowi pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 lalu. Karena, dengan memilih Jokowi ia berharap banyak bisa membereskan masalah yang ada di ibu kota.

"Jakarta belum beres. Beresin dulu Jakarta baru nyapres," katanya dengan nada ketus.

Sugeng Triono, warga yang juga pernah memilih Jokowi sebagai gubernur pada 2012 lalu, juga menyatakan kekecewaannya. "Baru sedikit perubahan yang kita rasakan semenjak dipimpin Jokowi, tapi beliau malah tergiur dengan jabatan yang lebih besar. Masih banyak PR yang belum diselesaikan Jokowi," kata Sugeng yang merupakan warga Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat itu.

Menurut Sugeng, sebagai gubernur, kapasitas Jokowi tak pernah ia ragukan. Tapi, keyakinannya itu berubah saat ia bersedia diusung menjadi calon presiden. "Khususnya dalam pergaulan internasional. Saya tak yakin Jokowi bisa memberikan perubahan bagi Indonesia," katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akhirnya resmi dicalonkan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014 oleh DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan twitter resmi dari @pdi_perjuangan ter-posting gambar Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi oleh Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani dan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Terdapat timeline di @pdi_perjuangan yang menerangkan bahwa Megawati sedang membacakan pemberian mandat dari DPP kepada mantan wali kota Solo tersebut.

Sabtu, 24 Mei 2014

Suryadharma Ali Korupsi

Dalam keterangan pers di kantor KPK hari Kamis (22/5) malam, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan dari hasil gelar perkara yang telah dilakukan KPK disimpulkan bahwa dalam proses penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 diduga telah terjadi tindak pidana korupsi.

Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2012-2013 terkait dana pemondokan, katering, dan transportasi.

Oleh karena itu lanjut Johan pimpinan anti rasuah itu menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka. Suryadharma Ali kata Johan diduga melakukan penyalahgunaan wewenang yang bisa merugikan keuangan negara.

Menurut Johan, penyelenggaraan haji pada tahun anggaran 2012-2013 yang dipakai mencapai di atas Rp1 trilliun. Meski demikian Johan menyatakan dugaan kerugian negara masih sedang dihitung.

Dia menambahkan hingga saat ini Suryadharma Ali merupakan satu-satunya tersangka, Johan menyatakan pihaknya akan mengembangkan penyidikan perkara kasus ini sehingga tidak menutup akan adanya tersangka baru.

Johan memastikan tidak ada unsur politis dalam penetapan Suryadharma Ali sebagai tersangka.

"Kemudian pertanyaan apakah ada unsur politis? Saya kira tidak ada unsur apapun selain unsur penegakan hukum. Jadi KPK sebagai penegak hukum harus menyampaikan apa-apa yang sudah dilakukan dalam konteks penanganan perkara jadi di luar unsure-unsur penegakan hukum, bahwa kemudian orang luar mempersepsikan atau menarik-narik ini ke wilayah politik ya itu urusan orang di luar KPK," ungkap Johan.

Dalam kasus ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan dana penyelenggaraan Haji yang dikumpulkan dari Ongkos Naik Haji jamaah setiap tahunnya mencapai Rp80 triliun. Dari dana sebesar itu, PPATK mencatat bunga sebesar Rp2,3 triliun.

PPATK menemukan dugaan penyelewengan dana yang dilakukan pejabat kuasa pengguna anggaran haji Kementerian Agama 2004-2012. Penyimpangan uang milik calon jemaah haji itu terlacak melalui aliran dana ke rekening sejumlah pejabat di Kementerian Agama.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengungkapkan pengelolaan ibadah haji memang sangat carut marut. Penetapan Menteri Agama sebagai tersangka merupakan langkah strategis yang dilakukan KPK karena penetapan tersangka langsung tertuju kepada menteri.

Korupsi pengelolaan haji tambahnya harus diusut tuntas. ICW tambahnya sejak tahun 2009 telah melaporkan dugaan penyimpangan korupsi haji ke KPK. Dia menjelaskan ada banyak celah terjadinya korupsi dalam penyelenggaraan haji di Kementerian Agama.

Salah satunya kata Ade adalah soal penempatan dan bunga setoran awal dana haji.

Ade Irawan mengatakan, "Kalau dalam temuan ICW salah satunya beberapa bunga di bank yang ditempati dana haji ini banyak di bawah nilai pasar saya kira ini aneh. Padahal Kementerian Agama dapat mendapatkan bunga yang lebih besar. Nah saya kira latar belakangnya rendah ini yang mesti diungkap."

Sebelumnya Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan pihaknya telah melakukan penataan pengelolaan keuangan dana haji selama menjabat sebagai menteri. Dia mengaku tidak tahu adanya penyimpangan.

"Saya selaku Menteri Agama belum tahu apa yang dimaksud penyimpangan itu. Yang kami lakukan untuk saat ini adalah melakukan pembenahan pengelolaan keuangan haji," demikian menurut Suryadharma Ali.

Rabu, 12 Maret 2014

Pesawat Malaysia MH370 Hilang


 Masuk hari keempat Selasa, 11 Maret 2014, pencarian pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 masih nihil hasil. Berbagai spekulasi, mulai dari pesawat putar balik hingga serangan teror belum bisa dibuktikan, selama bangkai pesawat belum ditemukan.

Puluhan pesawat dan 40 kapal perang dari 10 negara telah menyisir lokasi jatuhnya Boeing 777-200 itu di perairan sekitar Malaysia dan Vietnam. Area pencarian juga telah diperluas, angkatan bersenjata banyak negara bagi-bagi tugas, namun belum juga terlihat barang satu bukti pun.

"Sekarang area pencariannya ratusan mil luasnya," kata Brigadir Jenderal William Marks dari Armada Angkatan Laut Amerika Serikat ke-7 kepada CNN.

Sempat ada secercah harapan saat tim patroli Vietnam menemukan ceceran minyak dekat pulau Tho Chu, wilayah hilangnya pesawat itu dari radar. Namun dalam penelitian minyak kemarin, diketahui bahwa itu bukanlah bakar pesawat, melainkan sisa kegiatan eksplorasi lepas pantai.

Bukti-bukti lainnya juga ternyata tidak terkait dengan pesawat tersebut. Sebut saja, benda seperti sekoci, pintu hingga ekor pesawat. Setelah ditelusuri, benda seperti sekoci kuning hanya gulungan kabel, sedangkan yang diduga ekor pesawat adalah batangan kayu. Objek diduga pintu pesawat tidak bisa ditemukan lagi.

Brigjen Marks mengatakan kesalahan ini lazim dalam pencarian dari udara. "Dari udara, kami melihat benda sangat kecil, sekecil tanganmu atau bola basket. Bukan masalah kami bisa melihatnya atau tidak, tapi wilayah pencariannya sangat luas," kata dia, kali ini dikutip Washington Post.

Spekulasi soal tindak terorisme juga belum disingkirkan oleh aparat di Malaysia. Terlebih pada fakta adanya dua orang yang menggunakan paspor curian. Penyelidikan masih terus dilakukan seputar identitas asli kedua orang ini dan siapa yang membelikan mereka tiket.

FBI dan intelijen Eropa yang turun membantu Malaysia menyusuri database sidik jari. Salah satu pengguna paspor curian itu diketahui bukanlah orang Malaysia, namun asalnya masih belum diumumkan.

Seorang intelijen AS menyangsikan bahwa kedua orang ini adalah teroris yang menjatuhkan pesawat. Melihat polanya, penggunaan paspor curian ini biasa digunakan oleh jaringan penyelundup manusia, tidak ada hubungannya dengan hilangnya pesawat.

Bukti-bukti soal spekulasi ini belum cukup kuat. Bisa jadi ada masalah teknis atau masalah pada pilot. "Tidak ada bukti yang menunjukkan aksi teror. Tidak ada penjelasan apa yang terjadi atau dimana pesawat itu," kata seorang pakar keamanan Eropa.

Titik utama permasalahan ini sebenarnya ada pada sinyal pesawat. Dalam bukti elektronik, terlihat pesawat kemungkinan putar balik kembali ke Kuala Lumpur sebelum hilang. Tidak ada sinyal atau citra yang ditangkap radar, padahal pesawat itu dilengkapi dengan komputer yang bisa mengirimkan pesan otomatis tanda bahaya, dikenal dengan ACARS.

"Tidak ada sinyal dari ACARS saat pesawat itu hilang," ujar sumber penyidik kepada Reuters.

Sementara itu, keluarga para penumpang diminta untuk bersiap pada kemungkinan yang terburuk. Namun mereka masih merasa memiliki harapan, walaupun hanya setitik. "Kami masih berharap. Karena belum ada jawaban atas semua ini," kata Tom Wood, kakak dari salah satu penumpang, Philip Wood.

Rabu, 05 Maret 2014

Ledakan di Pelabuhan Tanjung Priok


Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI mengatakan, ledakan di gudang amunisi Komando Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, bukan sabotase dari pihak luar. Itu murni kecelakaan.

"Bapak Laksamana (KSAL Laksamana TNI Marsetio) dan Menkpolhukam Djoko Suyanto tak ada sabotase, ini kecelakaan murni," ujar Iskandar di lokasi, Rabu (5/4/2014).

Meski demikian, Iskandar menyatakan, penyebab ledakan hingga kini belum diketahui. Tim TNI Angkatan Laut masih melakukan penyelidikan. Wakil KSAL Laksdya TNI Hari Bowo pun sudah meninjau langsung lokasi ledakan.

"Dugaan sementara belum tahu, tapi terus didalami. Yang pasti tempat simpanan amunisi ringan," tegas Iskandar.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Suara ledakan terdengar hingga radius 3 kilometer. Sementara, getaran keras terasa hingga radius 1 kilometer. Hingga saat ini, setidaknya 44 orang terluka akibat ledakan ini.

Selasa, 25 Februari 2014

Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar Di tangkap KPK


 Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ditangkap tangan di rumah di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Ini kronologi penangkapan Akil Mochtrar versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penjelasan kronologi penangkapan Akil Mochtar versi KPK dijelaskan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi.
  • KPK melakukan tangkap tangan sejumlah orang,  sekitar pukul 22.00 WIB disebut ada pertemuaan di rumah Widya Chandara, (Menurut catatan Kabar24.com, rumah Akil Mochtar di jalan Widya Chandra III No.7)
  • Ada tiga orang waktu serah terima uang dalam bentuk uang dolar Singapura, ketiga orang itu adalah AM, CHN, CN.
  • Setelah itu, tangkap tangan juga di sebuah hotel di Jakarta Pusat inisial AB, kepala daerah, DH. Jadi ditangkapnya di hotel, di Jakarta Pusat.
  • Di Widya Chandra, uang dolar Singapura yang dengan  perkiraan sementara kalau dirupiahkan sekitar Rp2 miliar sampai Rp3 miliar.
  • CHN, perempuan anggota DPR, dan CN diduga memberikan uang kepada AM. Diduga terkait dengan sengketa pilkada di Kalimantan. 
Hakim Konstitusi Akil Mochtar terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi masa jabatan 2013-2015 pada 3 April 2013. Akil terpilih setelah mendapat dukungan suara tujuh hakim konstitusi menyisihkan Hakim Konstitusi Harjono yang mendapatkan dua suara, Rabu (3/4).
Pengambilan voting ini dilakukan setelah Rapat Permusyawaratan Hakim antara sembilan hakim konstitusi tidak mencapai kesepakan, sehingga dilaksanakan pemilihan langsung dengan dipimpin Wakil Ketua MK Ahmad Sodiki.
Voting dilakukan sebanyak tiga kali, setelah pada putaran pertama Akil Mochtar hanya memperoleh empat suara, disusul Harjono dua suara, Hamdan Zoelva dua suara, dan Arief Hidayat satu suara.
Sodiki mengatakan karena ada dua hakim yang memperoleh dukungan sama, yakni Harjono dan Hamdan Zoelva, maka harus ditentukan pendamping Akil Mochtar untuk putaran ketiga.
Dalam putaran kedua ini, Harjono memperoleh dukungan empat suara menyisihkan Hamdan Zoelva yang hanya mendapat dukungan tiga suara. Dalam putaran kedua ini ada satu suara abstain dan satu suara tidak sah.
Semestinya, masa kerja Akil Mochtar di MK berakhir pada 16 Agustus 2013. Namun, DPR pada sidang paripurna Selasa (2/4) menyetujui perpanjangan masa jabatan Akil Mochtar untuk periode 2013-2018. Sebelum menjadi Hakim Konstitusi, Akil Mochtar tercatat sebagai politisi dari Partai Golkar.

Selasa, 18 Februari 2014

Gunung Kelud Kembali Meletus



Gunung Kelud mulai meletus dan mengeluarkan ratusan ribu kubik material vulkanis, Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 23.00. Suara ledakannya sangat dahsyat, terdengar hingga di Kota Kediri yang berjarak 45 km dari kubah lava.

"Gunung Kelud telah meletus pada pukul 22.50 WIB, suara letusan eksplosifnya sangat dahsyat," ujar Gede Suartika, Pejabat Pelaksana Bidang Pengamanan dan Penyelidikan Gunung Api, saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2014) malam.

Letusan Gunung Kelud yang baru saja terjadi sudah mulai berdampak terhadap warga Kediri. Beberapa daerah hingga di kawasan Kota Pare mulai dilanda hujan kerikil.

Salah satu warga Pare, Ajeng Pinto, mengatakan, hujan kerikil terus berlangsung sejak pukul 23.30 WIB. "Semula saya kira suara hujan besar saja, ternyata hujan kerikil. Kerikilnya besar-besar, ini warga kampung sudah mulai panik," ujar Ajeng saat dihubungi, Kamis (13/2/2014) malam.

Menurutnya, hujan kerikil terjadi sangat lebat sehingga warga mulai khawatir kekuatan atap tidak bisa menahan.

Sementara itu, ribuan warga di lereng Kelud memadati jalan menuju tempat evakuasi. Mereka dari beberapa desa di Kecamatan Ngancar. Untuk saat ini, warga Kecamatan Ngancar ditempatkan di Balai Desa Tawang di Kecamatan Wates.

Sebelumnya, aktivitas kegempaan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, semakin kritis. Statusnya meningkat jadi Awas, dari sebelumnya Siaga (level III). Warga sudah mulai mengungsi.

Status Awas adalah level IV, status peringatan tertinggi dari gunung api berdasarkan ancamannya.

Pantauan di wilayah paling dekat dengan kawah Kelud menunjukkan bahwa saat ini warga sudah bersiap mengungsi. Mereka terlihat berkumpul di depan rumah masing-masing, membawa barang berharganya.

Beberapa kendaraan bak terbuka juga terlihat bersiaga di pinggir jalan. Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai alat pengangkut.

Suprapto, perangkat Desa Sugihwaras, mengatakan, saat ini status Gunung Kelud ditingkatkan menjadi Awas. Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar wilayah dalam radius 10 kilometer dari pusat kawah harus steril.

"Prioritas utama ada di tiga desa yang paling dekat dulu. Makanya, saat ini diungsikan," kata Suprapto.

Selain menggunakan kendaraan roda empat, pengguna kendaraan roda dua pun tampak penuh sesak di jalan raya. Mereka membawa serta anggota keluarga dan barang berharga untuk menjauh dari lokasi.

Selasa, 11 Februari 2014

Enam pelajar tewas di pandeglang



Polisi sementara menyimpulkan kecelakaan maut truk pengangkut 58 pelajar SMKN 1 Pandeglang disebabkan buruknya kondisi kendaraan. Karena tak layak jalan, truk Mitsubishi bernomor polisi B 9148 IL celaka di sebuah tanjakan di Bangaga, Kecamatan Pulosari.

"Kami menyimpulkan kecelakaan itu akibat kendaraan truk tidak layak jalan," Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pandeglang AKP Arismatmoko, Minggu (9/2/2014).

Saking parahnya, kata Arismatmoko, sejumlah perangkat truk itu tidak berfungsi. Mulai rem tangan, speedometer tak jalan, hingga pedal kap yang diikat dengan benang. "Rem tangan tidak berfungsi, seluruh ban juga dalam kondisi vulkanisir, speedo kilometer tak jalan, pedal kap diikat dengan benang dan lima pakem rem terlepas," tambah dia.

Tak hanya mobil. Ternyata sopir truk yang juga tewas dalam kecelakaan pada Jumat 7 Februari yang lalu itu juga tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) B untuk jenis truk. Sang sopir hanya memiliki Sim A. Apalagi, saat kejadian kondisi jalan itu cuaca mendung gelap dan licin.

Kendaraan truk tersebut juga bukan untuk mengangkut manusia. Sehingga polisi mempertanyakan mengapa pengemudi mengangkut 58 pelajar SMKN 1 Pandeglang juga peralatan kursi, meja, gas dan tenda. "Kami telah memanggil beberapa siswa dan guru untuk dimintai keterangan," tutur Arismatmoko.

Kini, polisi masih menyelidiki kecelakaan maut ini. Tim dari Mabes Polri juga diturunkan membantu penyelidikan yang dilakukan Polres Pandeglang. "Kami bekerja sama dengan tim Lalu Lintas Mabes Polri untuk menyelidiki kasus kecelakaan maut itu," ujar Arisatmoko.

Kecelakaan maut yang menewaskan 7 pelajar itu terjadi pada Jumat 7 Februari yang lalu. Sebanyak 6 pelajar tewas. Para pelajar dari SMKN 1 Pandeglang itu menumpang truk untuk mengikuti kegiatan Kwarcab Pramuka di bumi perkemahan di Pantai Carita.

Jumat, 07 Februari 2014

Longsor Di Pemalang


Bencana longsor kembali terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Hingga Jumat, 7 Februari 2014, 543 keluarga atau 2.071 warga masih bertahan di belasan pos pengungsian akibat banjir dan longsor yang terjadi serentak di 14 desa pada Sabtu malam pekan lalu.

Di Desa Cawet, pergerakan tanah terus terjadi meski lambat. "Kecepatannya bertambah setiap hujan," kata koordinator tenaga kesejahteraan sosial Kecamatan Watukumpul, Ria Kurniawan, kepada Tempo di Balai Desa Cikadu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Balai desa itu difungsikan sebagai posko penanggulangan bencana alam (PBA).

Kecamatan Watukumpul berada di daerah perbukitan, sekitar 55 kilometer di selatan pusat Kabupaten Pemalang. Dengan mobil penggerak, perjalanan ke Desa Cikadu dari Kota Pemalang memakan waktu tiga jam. Selain rusak, jalannya juga terus menanjak.

Data dari posko PBA, longsor terjadi di Desa Tundagan, Bongas, Cikadu, Cawet, Pagelaran, Bodas, Medayu, Tlagasana, Jojogan, Wisnu, Majalangu, Tambi, Gapura, dan Watukumpul. Longsor serentak akibat hujan deras itu menyebabkan 429 rumah rusak berat dan 78 rumah rusak ringan.

Banjir dan longsor yang terjadi secara bersamaan itu juga menyebabkan delapan ruas jalan penghubung antardesa rusak dan sebagian ambles. Lima jembatan hanyut dan dua jembatan anjlok. Tiga masjid dan enam musala juga tidak luput dari kerusakan.

Ria mengatakan serentetan bencana longsor dan banjir itu bermula dari hujan deras sejak Sabtu sore, 1 Februari 2014. Hujan deras menyebabkan banjir bandang di Sungai Polaga, hulu Sungai Comal. Ketinggian air di sungai terbesar di Pemalang saat itu mencapai 8 meter.

Tinggi dan derasnya arus banjir bandang menghanyutkan dua rumah di bantaran sungai di Dusun Krajan, Desa Cikadu. Beruntung, penghuni kedua rumah itu sudah menyelamatkan diri sebelum kejadian. "Ini bencana terparah di Watukumpul sejak 2002," kata Ketua Kampung Siaga Bencana Marjatno.

Menurut Marjatno, bencana paling parah terjadi di Desa Cikadu. Ada 326 rumah rusak berat alias hancur tertimbun material, sehingga tidak bisa dihuni lagi.

Bantuan logistik terus mengalir dari pemerintah, swasta, dan sejumlah organisasi dari dalam dan luar Pemalang. Namun pengungsi yang rumahnya hancur mengaku sudah tidak punya harapan selain menunggu kebijakan relokasi dari pemerintah.

"Kami berharap pemerintah segera merelokasi ke daerah yang lebih aman," kata Dolah, 50 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Cikadu. Bersama istri dan anaknya, Dolah mengungsi di rumah saudaranya yang tak jauh dari rumahnya.
obattumorprostatalamii.wordpress.com | obatmiomalamii.wordpress.com | obatbronkitisalamii.wordpress.com