Rabu, 12 Maret 2014

Pesawat Malaysia MH370 Hilang


 Masuk hari keempat Selasa, 11 Maret 2014, pencarian pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 masih nihil hasil. Berbagai spekulasi, mulai dari pesawat putar balik hingga serangan teror belum bisa dibuktikan, selama bangkai pesawat belum ditemukan.

Puluhan pesawat dan 40 kapal perang dari 10 negara telah menyisir lokasi jatuhnya Boeing 777-200 itu di perairan sekitar Malaysia dan Vietnam. Area pencarian juga telah diperluas, angkatan bersenjata banyak negara bagi-bagi tugas, namun belum juga terlihat barang satu bukti pun.

"Sekarang area pencariannya ratusan mil luasnya," kata Brigadir Jenderal William Marks dari Armada Angkatan Laut Amerika Serikat ke-7 kepada CNN.

Sempat ada secercah harapan saat tim patroli Vietnam menemukan ceceran minyak dekat pulau Tho Chu, wilayah hilangnya pesawat itu dari radar. Namun dalam penelitian minyak kemarin, diketahui bahwa itu bukanlah bakar pesawat, melainkan sisa kegiatan eksplorasi lepas pantai.

Bukti-bukti lainnya juga ternyata tidak terkait dengan pesawat tersebut. Sebut saja, benda seperti sekoci, pintu hingga ekor pesawat. Setelah ditelusuri, benda seperti sekoci kuning hanya gulungan kabel, sedangkan yang diduga ekor pesawat adalah batangan kayu. Objek diduga pintu pesawat tidak bisa ditemukan lagi.

Brigjen Marks mengatakan kesalahan ini lazim dalam pencarian dari udara. "Dari udara, kami melihat benda sangat kecil, sekecil tanganmu atau bola basket. Bukan masalah kami bisa melihatnya atau tidak, tapi wilayah pencariannya sangat luas," kata dia, kali ini dikutip Washington Post.

Spekulasi soal tindak terorisme juga belum disingkirkan oleh aparat di Malaysia. Terlebih pada fakta adanya dua orang yang menggunakan paspor curian. Penyelidikan masih terus dilakukan seputar identitas asli kedua orang ini dan siapa yang membelikan mereka tiket.

FBI dan intelijen Eropa yang turun membantu Malaysia menyusuri database sidik jari. Salah satu pengguna paspor curian itu diketahui bukanlah orang Malaysia, namun asalnya masih belum diumumkan.

Seorang intelijen AS menyangsikan bahwa kedua orang ini adalah teroris yang menjatuhkan pesawat. Melihat polanya, penggunaan paspor curian ini biasa digunakan oleh jaringan penyelundup manusia, tidak ada hubungannya dengan hilangnya pesawat.

Bukti-bukti soal spekulasi ini belum cukup kuat. Bisa jadi ada masalah teknis atau masalah pada pilot. "Tidak ada bukti yang menunjukkan aksi teror. Tidak ada penjelasan apa yang terjadi atau dimana pesawat itu," kata seorang pakar keamanan Eropa.

Titik utama permasalahan ini sebenarnya ada pada sinyal pesawat. Dalam bukti elektronik, terlihat pesawat kemungkinan putar balik kembali ke Kuala Lumpur sebelum hilang. Tidak ada sinyal atau citra yang ditangkap radar, padahal pesawat itu dilengkapi dengan komputer yang bisa mengirimkan pesan otomatis tanda bahaya, dikenal dengan ACARS.

"Tidak ada sinyal dari ACARS saat pesawat itu hilang," ujar sumber penyidik kepada Reuters.

Sementara itu, keluarga para penumpang diminta untuk bersiap pada kemungkinan yang terburuk. Namun mereka masih merasa memiliki harapan, walaupun hanya setitik. "Kami masih berharap. Karena belum ada jawaban atas semua ini," kata Tom Wood, kakak dari salah satu penumpang, Philip Wood.

Rabu, 05 Maret 2014

Ledakan di Pelabuhan Tanjung Priok


Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI mengatakan, ledakan di gudang amunisi Komando Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, bukan sabotase dari pihak luar. Itu murni kecelakaan.

"Bapak Laksamana (KSAL Laksamana TNI Marsetio) dan Menkpolhukam Djoko Suyanto tak ada sabotase, ini kecelakaan murni," ujar Iskandar di lokasi, Rabu (5/4/2014).

Meski demikian, Iskandar menyatakan, penyebab ledakan hingga kini belum diketahui. Tim TNI Angkatan Laut masih melakukan penyelidikan. Wakil KSAL Laksdya TNI Hari Bowo pun sudah meninjau langsung lokasi ledakan.

"Dugaan sementara belum tahu, tapi terus didalami. Yang pasti tempat simpanan amunisi ringan," tegas Iskandar.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Suara ledakan terdengar hingga radius 3 kilometer. Sementara, getaran keras terasa hingga radius 1 kilometer. Hingga saat ini, setidaknya 44 orang terluka akibat ledakan ini.

Selasa, 25 Februari 2014

Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar Di tangkap KPK


 Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar ditangkap tangan di rumah di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Ini kronologi penangkapan Akil Mochtrar versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penjelasan kronologi penangkapan Akil Mochtar versi KPK dijelaskan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi.
  • KPK melakukan tangkap tangan sejumlah orang,  sekitar pukul 22.00 WIB disebut ada pertemuaan di rumah Widya Chandara, (Menurut catatan Kabar24.com, rumah Akil Mochtar di jalan Widya Chandra III No.7)
  • Ada tiga orang waktu serah terima uang dalam bentuk uang dolar Singapura, ketiga orang itu adalah AM, CHN, CN.
  • Setelah itu, tangkap tangan juga di sebuah hotel di Jakarta Pusat inisial AB, kepala daerah, DH. Jadi ditangkapnya di hotel, di Jakarta Pusat.
  • Di Widya Chandra, uang dolar Singapura yang dengan  perkiraan sementara kalau dirupiahkan sekitar Rp2 miliar sampai Rp3 miliar.
  • CHN, perempuan anggota DPR, dan CN diduga memberikan uang kepada AM. Diduga terkait dengan sengketa pilkada di Kalimantan. 
Hakim Konstitusi Akil Mochtar terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi masa jabatan 2013-2015 pada 3 April 2013. Akil terpilih setelah mendapat dukungan suara tujuh hakim konstitusi menyisihkan Hakim Konstitusi Harjono yang mendapatkan dua suara, Rabu (3/4).
Pengambilan voting ini dilakukan setelah Rapat Permusyawaratan Hakim antara sembilan hakim konstitusi tidak mencapai kesepakan, sehingga dilaksanakan pemilihan langsung dengan dipimpin Wakil Ketua MK Ahmad Sodiki.
Voting dilakukan sebanyak tiga kali, setelah pada putaran pertama Akil Mochtar hanya memperoleh empat suara, disusul Harjono dua suara, Hamdan Zoelva dua suara, dan Arief Hidayat satu suara.
Sodiki mengatakan karena ada dua hakim yang memperoleh dukungan sama, yakni Harjono dan Hamdan Zoelva, maka harus ditentukan pendamping Akil Mochtar untuk putaran ketiga.
Dalam putaran kedua ini, Harjono memperoleh dukungan empat suara menyisihkan Hamdan Zoelva yang hanya mendapat dukungan tiga suara. Dalam putaran kedua ini ada satu suara abstain dan satu suara tidak sah.
Semestinya, masa kerja Akil Mochtar di MK berakhir pada 16 Agustus 2013. Namun, DPR pada sidang paripurna Selasa (2/4) menyetujui perpanjangan masa jabatan Akil Mochtar untuk periode 2013-2018. Sebelum menjadi Hakim Konstitusi, Akil Mochtar tercatat sebagai politisi dari Partai Golkar.

Selasa, 18 Februari 2014

Gunung Kelud Kembali Meletus



Gunung Kelud mulai meletus dan mengeluarkan ratusan ribu kubik material vulkanis, Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 23.00. Suara ledakannya sangat dahsyat, terdengar hingga di Kota Kediri yang berjarak 45 km dari kubah lava.

"Gunung Kelud telah meletus pada pukul 22.50 WIB, suara letusan eksplosifnya sangat dahsyat," ujar Gede Suartika, Pejabat Pelaksana Bidang Pengamanan dan Penyelidikan Gunung Api, saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2014) malam.

Letusan Gunung Kelud yang baru saja terjadi sudah mulai berdampak terhadap warga Kediri. Beberapa daerah hingga di kawasan Kota Pare mulai dilanda hujan kerikil.

Salah satu warga Pare, Ajeng Pinto, mengatakan, hujan kerikil terus berlangsung sejak pukul 23.30 WIB. "Semula saya kira suara hujan besar saja, ternyata hujan kerikil. Kerikilnya besar-besar, ini warga kampung sudah mulai panik," ujar Ajeng saat dihubungi, Kamis (13/2/2014) malam.

Menurutnya, hujan kerikil terjadi sangat lebat sehingga warga mulai khawatir kekuatan atap tidak bisa menahan.

Sementara itu, ribuan warga di lereng Kelud memadati jalan menuju tempat evakuasi. Mereka dari beberapa desa di Kecamatan Ngancar. Untuk saat ini, warga Kecamatan Ngancar ditempatkan di Balai Desa Tawang di Kecamatan Wates.

Sebelumnya, aktivitas kegempaan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, semakin kritis. Statusnya meningkat jadi Awas, dari sebelumnya Siaga (level III). Warga sudah mulai mengungsi.

Status Awas adalah level IV, status peringatan tertinggi dari gunung api berdasarkan ancamannya.

Pantauan di wilayah paling dekat dengan kawah Kelud menunjukkan bahwa saat ini warga sudah bersiap mengungsi. Mereka terlihat berkumpul di depan rumah masing-masing, membawa barang berharganya.

Beberapa kendaraan bak terbuka juga terlihat bersiaga di pinggir jalan. Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai alat pengangkut.

Suprapto, perangkat Desa Sugihwaras, mengatakan, saat ini status Gunung Kelud ditingkatkan menjadi Awas. Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar wilayah dalam radius 10 kilometer dari pusat kawah harus steril.

"Prioritas utama ada di tiga desa yang paling dekat dulu. Makanya, saat ini diungsikan," kata Suprapto.

Selain menggunakan kendaraan roda empat, pengguna kendaraan roda dua pun tampak penuh sesak di jalan raya. Mereka membawa serta anggota keluarga dan barang berharga untuk menjauh dari lokasi.

Selasa, 11 Februari 2014

Enam pelajar tewas di pandeglang



Polisi sementara menyimpulkan kecelakaan maut truk pengangkut 58 pelajar SMKN 1 Pandeglang disebabkan buruknya kondisi kendaraan. Karena tak layak jalan, truk Mitsubishi bernomor polisi B 9148 IL celaka di sebuah tanjakan di Bangaga, Kecamatan Pulosari.

"Kami menyimpulkan kecelakaan itu akibat kendaraan truk tidak layak jalan," Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pandeglang AKP Arismatmoko, Minggu (9/2/2014).

Saking parahnya, kata Arismatmoko, sejumlah perangkat truk itu tidak berfungsi. Mulai rem tangan, speedometer tak jalan, hingga pedal kap yang diikat dengan benang. "Rem tangan tidak berfungsi, seluruh ban juga dalam kondisi vulkanisir, speedo kilometer tak jalan, pedal kap diikat dengan benang dan lima pakem rem terlepas," tambah dia.

Tak hanya mobil. Ternyata sopir truk yang juga tewas dalam kecelakaan pada Jumat 7 Februari yang lalu itu juga tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) B untuk jenis truk. Sang sopir hanya memiliki Sim A. Apalagi, saat kejadian kondisi jalan itu cuaca mendung gelap dan licin.

Kendaraan truk tersebut juga bukan untuk mengangkut manusia. Sehingga polisi mempertanyakan mengapa pengemudi mengangkut 58 pelajar SMKN 1 Pandeglang juga peralatan kursi, meja, gas dan tenda. "Kami telah memanggil beberapa siswa dan guru untuk dimintai keterangan," tutur Arismatmoko.

Kini, polisi masih menyelidiki kecelakaan maut ini. Tim dari Mabes Polri juga diturunkan membantu penyelidikan yang dilakukan Polres Pandeglang. "Kami bekerja sama dengan tim Lalu Lintas Mabes Polri untuk menyelidiki kasus kecelakaan maut itu," ujar Arisatmoko.

Kecelakaan maut yang menewaskan 7 pelajar itu terjadi pada Jumat 7 Februari yang lalu. Sebanyak 6 pelajar tewas. Para pelajar dari SMKN 1 Pandeglang itu menumpang truk untuk mengikuti kegiatan Kwarcab Pramuka di bumi perkemahan di Pantai Carita.

Jumat, 07 Februari 2014

Longsor Di Pemalang


Bencana longsor kembali terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Hingga Jumat, 7 Februari 2014, 543 keluarga atau 2.071 warga masih bertahan di belasan pos pengungsian akibat banjir dan longsor yang terjadi serentak di 14 desa pada Sabtu malam pekan lalu.

Di Desa Cawet, pergerakan tanah terus terjadi meski lambat. "Kecepatannya bertambah setiap hujan," kata koordinator tenaga kesejahteraan sosial Kecamatan Watukumpul, Ria Kurniawan, kepada Tempo di Balai Desa Cikadu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Balai desa itu difungsikan sebagai posko penanggulangan bencana alam (PBA).

Kecamatan Watukumpul berada di daerah perbukitan, sekitar 55 kilometer di selatan pusat Kabupaten Pemalang. Dengan mobil penggerak, perjalanan ke Desa Cikadu dari Kota Pemalang memakan waktu tiga jam. Selain rusak, jalannya juga terus menanjak.

Data dari posko PBA, longsor terjadi di Desa Tundagan, Bongas, Cikadu, Cawet, Pagelaran, Bodas, Medayu, Tlagasana, Jojogan, Wisnu, Majalangu, Tambi, Gapura, dan Watukumpul. Longsor serentak akibat hujan deras itu menyebabkan 429 rumah rusak berat dan 78 rumah rusak ringan.

Banjir dan longsor yang terjadi secara bersamaan itu juga menyebabkan delapan ruas jalan penghubung antardesa rusak dan sebagian ambles. Lima jembatan hanyut dan dua jembatan anjlok. Tiga masjid dan enam musala juga tidak luput dari kerusakan.

Ria mengatakan serentetan bencana longsor dan banjir itu bermula dari hujan deras sejak Sabtu sore, 1 Februari 2014. Hujan deras menyebabkan banjir bandang di Sungai Polaga, hulu Sungai Comal. Ketinggian air di sungai terbesar di Pemalang saat itu mencapai 8 meter.

Tinggi dan derasnya arus banjir bandang menghanyutkan dua rumah di bantaran sungai di Dusun Krajan, Desa Cikadu. Beruntung, penghuni kedua rumah itu sudah menyelamatkan diri sebelum kejadian. "Ini bencana terparah di Watukumpul sejak 2002," kata Ketua Kampung Siaga Bencana Marjatno.

Menurut Marjatno, bencana paling parah terjadi di Desa Cikadu. Ada 326 rumah rusak berat alias hancur tertimbun material, sehingga tidak bisa dihuni lagi.

Bantuan logistik terus mengalir dari pemerintah, swasta, dan sejumlah organisasi dari dalam dan luar Pemalang. Namun pengungsi yang rumahnya hancur mengaku sudah tidak punya harapan selain menunggu kebijakan relokasi dari pemerintah.

"Kami berharap pemerintah segera merelokasi ke daerah yang lebih aman," kata Dolah, 50 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Cikadu. Bersama istri dan anaknya, Dolah mengungsi di rumah saudaranya yang tak jauh dari rumahnya.
obattumorprostatalamii.wordpress.com | obatmiomalamii.wordpress.com | obatbronkitisalamii.wordpress.com